doa

Dikirim karya pada Juni 6, 2008 oleh probo

bayang gelap terbujur tegap
di sudut waktu
menggenggam seratus butir peluru
bersama bibir bibir anyir
yang mengalir di bukit getir

sebutir putih mengintip, tak berkedip
seketika itupun desis-desis suci menguap
mengudara di balik atap
di tangkap makhluk bersayap
dibawa keujung ruang yang agung

Omah Kicot 2008

pak tua

Dikirim karya pada Juni 6, 2008 oleh probo

tongkatmu di mana
kacamatamu hilang ya.

pak tua, ada burung itu
menyisil padi-padimu

pak tua,
kau tidak menyuruh anakmu
menjaga padimu?

tongkatmu kau buang
kaca matamu kau lempar

pak tua,
apa kau sedang memberi makan anak-anakku

Omah Kicot 2008

teratai

Dikirim karya pada Juni 6, 2008 oleh probo

mekar di kolam
mengambang di bawah bulan

Omah Kicot 2008

kemana lagi aku

Dikirim karya pada Juni 6, 2008 oleh probo
hari terasa lambat
jalan-jalan berubah menjadi bara hitam
yang mendidihkan setiap peluh
bunga-bunga enggan mekar
kuncup-kuncup diam mengatup
kupu-kupu sibuk menabrakkan diri
di dinding-dinding kaca
kemana lagi aku harus mencari
surgaku telah menjadi api
Omah Kicot 2008

kabar

Dikirim karya pada Juni 6, 2008 oleh probo
angin,
kupanggil kau dengan nafasku
melalui bisul-bisul siul, yang
mengalun merdu di pucuk randu
segaris jingga di ujung sana
membawamu keujung murka
lalu pada saatnya tiba
kau mengabarkan darah di ujung-ujung tanah
Omah Kicot 2008

Jauh

Dikirim karya pada Mei 30, 2008 oleh probo

Kau yang di sana
Yang jauh dari tanah kuburmu
Bergelatung pada dinding dinding langit
Yang membuta mata enggan berkedip

Dan aku
Aku yang di sini
Yang dekat dengan tanah kuburku
Bergelantung pada lembar daun daun padi
Yang menunggu warna berganti

Kau
Aku

Menunggu hari
Dimana
Hari membuka mata
Mencipta
fatamorgana

2008

Memburu matahari

Dikirim karya pada Mei 30, 2008 oleh probo

Dari lubang kecil
Gelap dan menggigil
Membawa hitam pada saku celana
Sebagai tiket berderet

Mengepakkan sayap sayap kecil
Menabur aroma kelelahan dan jerit kepedihan
Menembus gelap yang terlelap

kapan pagi bisa bangun lebih pagi
bersenandung dengan saudara camar
yang bukan lagi sebagai bayang samar

ribuan kawan
dengan jejak yang sama
dengan sayap yang sama
dari gelap yang sama
menjadi sebuah kawanan
pemburu matahari

namun
matahari terlalu jauh bahkan
selalu terlambat terbit
lelah dan sayappun patah

kami kembali kemalam
bertemu dengan seorang kawan
yang lalu tak mau menjadi kawan

musim depan
andaikan matahari bangun lebih pagi

jogja2008

lol: :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: Menu Perancis ala Inem

Dikirim Kabar dari kawan pada Mei 30, 2008 oleh probo

Kebanyakan orang beranggapan kalau makanan yang kita santap diberi nama Perancis, akan terasa lebih enak. Hal tersebut disebabkan antara lain karena anggapan bahwa semua makanan yang berbau Perancis bermutu tinggi. Perancisisasi juga membuat orang yang akan bersantap mempunyai citra yang kabur tentang apa sebenarnya yang ia mau santap.
Misalnya: Baca selebihnya »

Bien Venue

Dikirim karya pada Mei 30, 2008 oleh probo

Aku datang bersama huruf-huruf,
Huruf-huruf yang setia pada jari-jari
Jari-jari yang selalu begadang malam-malam

nyanyian-nyanyian merdu dari nyamuk-nyamuk
menggugah kopi pagi-pagi

di kanan kiri
peri-peri tertidur diam-diam