kabar
angin,
kupanggil kau dengan nafasku
melalui bisul-bisul siul, yang
mengalun merdu di pucuk randu
segaris jingga di ujung sana
membawamu keujung murka
lalu pada saatnya tiba
kau mengabarkan darah di ujung-ujung tanah
Omah Kicot 2008